Apakah kalian termasuk remaja yang memiliki masalah jiwa?

 

Apakah kalian termasuk remaja yang memiliki masalah jiwa?


Pada masa remaja, banyak terjadi perubahan biologis, psikologis maupun sosial. Tetapi umumnya proses pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan (psikososial). Beberapa jenis gangguan jiwa yang banyak terjadi pada masa remaja dapat menimbulkan kondisi  negatif seperti cemas, depresi, bahkan memicu munculnya gangguan psikotik. Kesehatan jiwa remaja merupakan hal  penting dalam menentukan kualitas bangsa. Banyak hal dan kondisi yang dapat menimbulkan tekanan (stres) dalam masa remaja. Mereka berhadapkan dengan berbagai perubahan yang sedang terjadi dalam dirinya maupun target perkembangan yang harus dicapai sesuai dengan usianya. Tantangan ini tentunya berpotensi untuk menimbulkan masalah perilaku dan memicu timbulnya tekanan yang nyata dalam kehidupan remaja jika mereka tidak mampu mengatasi kondisi tantangan tersebut.

Sebenarnya, apa saja jenis gangguan mental pada anak milenial yang perlu diketahui para orangtua?

1.        Gangguan Kecemasan

Sering kali, anak mengatasi sesuatu hal yang sedang ia alami dengan kecemasan atau ketakutan yang berlebihan. Hal ini memicu gangguan kecemasan pada dirinya. Jenisnya beragam, mulai dari serangan panik, kecemasan umum, sosial, hingga fobia terhadap sesuatu hal. Gejalanya tentu saja cemas dan takut yang tidak wajar, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

2.        ADHD

Gangguan mental pada anak milenial selanjutnya adalah ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Gangguan mental ini menyerang bagian otak dengan gejala kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif yang mengganggu kerja otak. Meski banyak anak yang bisa menyembunyikannya ketika masa sekolah menengah, tingginya tuntutan membuat mereka tak lagi mampu mengendalikan ADHD ini. Sayangnya, hal tersebut bisa menyebabkan gangguan lain, salah satunya adalah gangguan belajar, terlebih jika tidak segera mendapatkan penanganan.

3.        Gangguan Makan

Bulimia, anoreksia, dan kecenderungan makan berlebihan menjadi tiga jenis gangguan makan yang kerap menyerang anak-anak remaja dan generasi milenial. Seringnya, kondisi ini dilatarbelakangi oleh tingginya kadar stres pada anak, dan mereka melampiaskannya dengan makan berlebihan untuk mencari ketenangan. Sayangnya, pada kasus bulimia, makanan yang sudah dimakan kembali dimuntahkan, sehingga lama-kelamaan tubuh kehilangan beratnya. 

4.        Depresi

Tidak hanya orang dewasa, depresi dini dapat terjadi pada anak-anak, terutama remaja yang masih berada pada masa perkembangan. Jangan pernah diabaikan, karena depresi yang tidak tertangani bisa memicu terjadinya kondisi lain yang lebih membahayakan, seperti keinginan menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri. Sayangnya, depresi lebih sering tidak teratasi, dan ini membuat angka kematian remaja karena bunuh diri semakin meningkat. 

5.        Bipolar

Gangguan bipolar menyebabkan terjadinya perubahan suasana hati yang tidak normal pada aktivitas dan energi. Anak yang mengidap gangguan ini bisa memiliki energi yang begitu besar, sehingga ia bisa menjadi lebih aktif dibandingkan dalam keadaan normal. Namun, di saat yang hampir bersamaan, ia bisa tiba-tiba berubah depresi, merasa sangat terpuruk, dan kehilangan keinginannya untuk beraktivitas. 

Itu tadi beberapa jenis gangguan mental pada anak milenial yang paling sering terjadi. Sebagai orangtua, ayah dan ibu tentu harus mengenali gejalanya lebih dini, supaya penanganan dan pengobatan bisa diberikan. Jangan ragu membawa anak terapi, karena ini membantu mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi.

Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/5-gangguan-mental-yang-kerap-dialami-anak-milenial,
http://indonesiabaik.id/motion_grafis/kenali-masalah-kesehatan-jiwa-pada-remaja

Comments

Post a Comment